Rabu, 05 November 2014

Cara membuat sebuah film menggunkakan iMovie



1. Memuat video Klik File-> Film Impor. Jika Anda ingin memuat file-file dariKamera digital Anda, hubungkan kamera dan komputer, dan pilih File-> Import Dari Kamera.
Format video yang didukung oleh iMovi adalah: MP4, M4V, MOV. AVI, 3GP. Jika Anda punya video tidak didukung, seperti FLV, WMV, MKV, VOB, MPEG, DAT, ASF dll, menggunakan konverter Mac video, yang dapat mengkonversi video ke semua pemain Mac dan perangkat, untuk mengubahnya menjadi format yang diterima iMovie. Beberapa AVI video. Tidak dapat diimpor ke iMovie karena encoder tidak kompatibel, Anda juga perlu untuk mengkonversi mereka. .3 GP format tidak dianjurkan untuk kehilangan kualitas kompresi.
2. Membuat Proyek Film Setelah dimuat file ke iMovie, pilih File -> New dari menu dan nama proyek. Jika rekaman Anda adalah layar lebar, pastikan Anda memilih \ "Widescreen (16:9) \" pilihan. Klik \ "Buat \".


Tip: Memahami iMovie 08 antarmuka Secara default, iMovie 08 antarmuka dibagi menjadi 5 bagian. Pergi searah jarum jam dari atas kiri mereka adalah Proyek Perpustakaan (di mana semua proyek iMovie terdaftar), proyek jendela iMovie (di mana film yang ada dikompilasi), Viewer (di mana video dimainkan kembali), jendela Video Source (mana klip yang dilihat dan dipilih) dan Perpustakaan Acara (di mana semua media yang tersedia terdaftar).
3: Skimming klip video Klik Acara di Perpustakaan Acara (iPhot dalam contoh ini) dan Browser Acara akan menampilkan klip terkait.
Untuk skim melalui klip hanya hover mouse di atas mereka dan bergerak ke kiri atau kanan. Semakin cepat kursor bergerak semakin cepat mereka akan skim. Untuk memilih bagian klip,klik dan drag untuk membuat seleksi (persegi panjang kuning muncul). Sekarang klik Space untuk pemutaran bagian itu.
4. Mengatur klip Untuk mulai membangun film, tarik pilihan langsung dari Browser Event dan menjatuhkan mereka ke panel kosong (Jendela Proyek) di atas. Lanjutkan untuk menambahkan lebih banyak klip dengan cara ini untuk membangun film.
Jika Anda ingin menambahkan klip antara dua klip yang ada di Jendela Proyek, cukup drag dan drop seleksi baru di kesenjangan antara dua klip yang ada.
Untuk menata kembali klip sudah di tempat, klik sekali untuk memilihnya (perbatasan kuning muncul) dan kemudian klik dan tarik ke posisi baru.
5. Pemangkasan Klip Untuk memotong klip yang sudah dalam proyek ini, ada dua pilihan. Entah memilih pilihan baru dengan menyeret dan menciptakan sebuah persegi panjang kuning di sekitar di Window Proyek dan memilih Edit> Trim untuk Seleksi (atau tekan CMD + B). Atau, pilih klip dalam Proyek Window kemudian klik \ "Durasi Klip \" ikon (kedua dalam di bagian bawah) untuk memasukkan \ "Klip Potong \" jendela. Tarik pilihan yang tepat di sini dan klik \ "Selesai \" ketika selesai.
6. Menambahkan musik Untuk menambahkan musik ke proyek, klik Music dan Efek-efek suartombol di bawah Penampil (ikon catatan musik). Sekarang memilih musik atau Efek Suara bawah. Pratinjau file dengan mengklik dua kali. Untuk menambah musik latar, tarik file ke Window Proyek. Sebuah latar belakang hijau menunjukkan musik latar belakang. Ketika menambahkan efek suara, lepaskan file melalui bingkai yang tepat efek suara harus dimulai. Setelah ditambahkan, mengubah titik awal atau durasi dengan menyeret bagian biru dalam Proyek Window.
7. Menambahkan Judul Tambahkan judul untuk proyek dengan menekan tombol Judul (yang \ "T \" tombol di bawah Viewer).
Pilih gaya Judul dari daftar di bawah ini dan drop itu ke klip yang relevan dalam Proyek Window. Judul diposisikan pada klip, awal seluruh atau akhir klip tergantung pada di mana overlay biru ditempatkan.
Sekarang, pada Penampil, klik ganda teks dan masukkan teks Judul baru. Untuk memilih font yang berbeda, klik \ "Font Tampilkan \" (atas kiri pada Penampil) untuk membuka menu font OSX.
8. Mengekspor proyek Pilih perangkat Anda ingin membuat sebuah file dan klik Publikasikan. Untuk ekspor ke YouTub, pilih Berbagi> YouTube dan memasukkan rincian rekening Anda, masuk dan kemudian Publish. Untuk ekspor ke QuickTim film, pilih Berbagi> Ekspor menggunakanQuickTime, pilih tujuan dan pengaturan dari drop down ("Film untuk Film QuickTime \" \ misalnya) dan klik Simpan. Untuk mengekspor proyek untuk pemutaran pada iTune perangkat yang kompatibel (iPod / iPhone dll), pilih iTunes> Berbagi.

Video Hyperlapse


22575
Nama Instagram biasanya dikaitkan dengan aplikasi pengolah foto. Namun untuk pertama kalinya, Instagram merilis aplikasi di luar pengolah foto yang disebut Hyperlapse.
Pernah melihat video singkat yang memperlihatkan gerakan matahari dari pagi sampai malam secara cepat? Efek itu dinamakan time lapse. Untuk menghasilkan efek seperti ini, biasanya kita harus menggunakan kamera khusus (seperti steadicam) atau menggunakan kamera yang memotret terus-menerus selama kurun waktu tertentu.
Nah, fungsi inilah yang coba dilakukan aplikasi Hyperlapse. Melalui Hyperlapse, Anda bisa membuat video menggunakan smartphone, mengeditnya menggunakan Hyperlapse, dan video pun tampil dengan gerakan cepat dan artistik.
Kedengarannya memang simpel, namun ada alasan tersendiri mengapa belum ada aplikasi seperti Hyperlapse sebelumnya. Untuk membuat video time-lapse yang mulus, dibutuhkan video yang stabil alias tidak goyang. Padahal seperti kita semua tahu, sangat sulit mengambil video yang stabil menggunakan smartphone.
Masalah kestabilan itu sebenarnya bisa diatasi dengan software video editing profesional seperti Final Cut. Namun perlu diingat, Final Cut bekerja dengan cara menganalisa bagian tertentu di sebuah video untuk dijadikan patokan. Patokan itu kemudian menjadi dasar untuk menganalisa frame demi frame video tersebut sehingga dihasilkan video akhir yang stabil. Dari cara kerja tersebut, terlihat betapa besarnya tenaga komputasi yang dibutuhkan—hal yang bisa dilakukan di komputer namun tidak di smartphone.
Namun Alex Karpanko, engineer di Instagram sekaligus otak di balik Hyperlapse, menemukan metode yang cerdas. Alih-alih menganalisa frame-by-frame, Alex justru menggunakan informasi dari sensor gyroscope yang ada dismartphone. Sensor gyroscope sendiri berfungsi mencatat posisi relatif smartphone secara tiga dimensi. Oleh Alex, informasi gyroscope itu digabungkan dengan informasi saat pengguna mengambil video. Hasilnya adalah video yang relatif stabil dan bisa menghasilkan efek time-lapse yang mulus.
Hyperlapse sendiri dirilis sebagai aplikasi tersendiri yang terlepas dari aplikasi Instagram. Instagram beralasan Hyperlapse memiliki peruntukan yang berbeda dengan Instagram, sehingga jika digabungkan hanya akan membuat penggunaannya terasa rumit.
Hyperlapse saat ini baru tersedia untuk iOS, namun Instagram berjanji akan merilis versi Android sesegera mungkin. Berikut adalah video yang bisa dihasilkan dengan Hyperlapse. Tertarik?

Selasa, 04 November 2014

Video TimeLapse

Apa itu Video Timelapse?

secara bebas, video timelapse adalah sekumpulan still foto yang diambil dengan periode yang beraturan untuk menggambarkan proses, pergerakan, atau perubahan suatu objek. lalu diproses editing dengan menambah kecepatan (speed Duration). misal, matahari terbenan atau terbit, pergerakan suasana kota, pergerakan bintang-bintang, siang-malam, dan lain sebagainya.

seni video timelapse mulai marak sejak kemunculan HDSLR. karena fungsi utama DLSR yang mempunyai kemampuan mengambil foto diam dengan kualitas yang relatif lebih pro daripada kamera biasa. teknik ini dibilang sangat artistik dan dinamis untuk menggambarkan pergerakan objek. karena penonton akan disajikan keseluruhan proses objek tersebut hingga titik 'finish'. 

tetapi membuat video timelapse tidak semudah yang dibayangkan. halangan nomor satu adalah, BOSAN. yang kedua adalah, CARD FULL. bagaimana itu bisa terjadi?berikut akan saya uraikan bagaimana cara membuat video timelapse.

Apa Saja yang Dibutuhkan?

1. Kamera
siapkan SD CARD yang cukup. dengan lensa yang disesuaikan kebutuhan ya guys :
User posted image

2. Tripod
supaya video tidak ada efek gempa, pakailah tripod dengan bijak. lagipula timelapse adalah proses pengambilan gambar berjam-jam, kalau tidak pakai tripod, maka carilah benda diam yang bisa dipakai untuk meletakkan kamera.
User posted image

3. Timer Remote/ Intervalometer
supaya tangan tidak perlu menekan-nekan shutter beratus-ratus kali, dan dapat menyebabkan efek gempa juga. pakailah cable release dengan pengaturan yang lengkap ( minimal ada mode interval ).
User posted image
User posted image

4. Distractor
buatlah dirimu tidak bosan, bawalah mp3 player, makanan dan minuman, buku atau apapun. dalam jangka panjang, timelapse merupakan kegiatan yang luar biasa membosankan. really. 

How to Do ?

membuat video timelapse itu mudah, mungkin karena itu yang membuat kegiatan ini membosankan. tetapi menentukan angle, komposisi, itu yang membutuhkan jam terbang.
1. tetapkan angle, pasang kamera pada tripod.
2. set mode kualitas pengambilan foto dengan format JPG. supaya tidak memangkas memori terlalu banyak.
3. atur kamera pada mode Aperture Priority (A) atau (Av) pada Canon. mengapa? karena untuk mengatasi perbedaan cahaya yang berbeda-beda, seperti ketika sedang merekam sunrise, kamera akan secara otomatis hanya akan mengganti kecepatan shutter. jadi, tidak peduli seberapa besar pergantian cahaya yang terjadi, kamera akan tetap merekam proses yang stabil, tidak 'blips' atau kedip-kedip karena ada perbedaan tingkat pencahayaan tiap frame.
4. atur intervalometer/timer remote anda. katakanlah dengan melihat pergerakan awan, atau manusia, atau objek yang lain, anda ingin memotret setiap 3 detik. maka atur remote untuk mengambil gambar setiap 3 detik. apabila pergerakan objek lebih cepat, maka percepat juga intervalnya. tiap satu detik mungkin. supaya dapat merekam pergerakan yang halus.
5. tekan Auto Exposure Lock, supaya kamera tidak secara otomatis mengatur pencahayaan, hal itu dapat mengakibatkan Blips, atau efek kedip pada gambar.
6. tekan shutter, dan tunggulah di samping tripod. pengambilan gambar bisa sampai 30 menit- hingga berjam-jam. dan mengambil gambar hingga ribuan foto. itulah mengapa siapkan SD Card yang cukup.

Proses Editing

seperti yang dikatakan sebelumnya, eksekusi foto timelapse dalam proses editing adalah dengan mempercepat playback speed. supaya ketika diputar (play) pergerakan gambar antar frame menjadi halus dan mengurangi gerak patah-patah.
dalam hal ini saya menggunakan Adobe Premiere, maka ketika memasukkan seluruh foto kedalam timeline, tekan Ctrl+A untuk menyeleksi seluruh foto. lalu klik kanan, dan pilih 'Speed/Duration'. tentukan berapa detik tiap frame foto akan diputar, saya biasanya mempercepat hingga durasi 00:00:00:01 , dan centang tulisan 'Ripple Edit, Shifting Trailing Clips' untuk menghilangkan renggang tiap frame foto yang telah dipercepat durasinya.

dan jadilah video timelapse anda. mudah dan simple kan.  

Cara Membuat Short Movie

Awalnya kita membahas tentang pengertian camera. sekarang kita akan membahas Short Movie. Jika anda memang serius ingin belajar membuat film, mulailah dengan membuat sebuah film pendek (short movie) sebagai bahan pembelajaran. Berikut akan saya coba untuk memberikan saran dan masukan yang mudah-mudahan berguna berdasarkan pengalaman saya pribadi.
10 Tips Membuat Film Pendek
1. Apa yang akan anda buat dan apa yang saja yang harus anda siapkan?

Tentukanlah ide cerita yang akan anda filmkan, judul, skenario, segmen penonton, para pemain, lokasi, peralatan (kamera, dll) dan besar biaya produksi.
Film, meskipun sederhana sangat membutuhkan biaya!. Besar biaya memang tidak terbatas, bisa besar bisa kecil. Dengan membuat prakiraan biaya (budget), maka kita akan lebih tahu apa yang harus kita lakukan dengan uang yang dimiliki. Produksi tanpa budget menyebabkan rencana-rencana tidak bisa diprediksi. Apalagi jika uang yang tersedia tidak mencukupi, bisa-bisa film yang sedang dikerjakan tidak selesai-selesai.
Penulis naskah dan/atau sutradara harus bisa memenuhi standar yang menyatakan bahwa sebuah film adalah film pendek. Bertele-tele dalam penyajiannya akan membuat penonton bosan. Jika itu film pendek..maka harus pendek. Meskipun sulit, tapi memang harus begitu. Standar film pendek adalah maksimal berdurasi 30 menit!.
Tidak lepas kemungkinan film pendek dibintangi oleh aktor/aktris yang tidak professional (amatir). Ini sih wajar-wajar saja. Apalagi mereka (mungkin) tidak dibayar. Tapi untuk memilih karakter-karakter pemain yang sesuai, wajib melakukan pemilihan peran (casting). Jangan memilih orang sembarangan apalagi casting baru akan lakukan beberapa saat menjelang shooting. Berbahaya!.
Tata suara yang buruk pada kebanyakan film pendek (meskipun memiliki konsep cerita menarik) menyebabkan tidak nyaman ditonton. Gunakan perangkat pendukung tata suara seperti boom mike untuk mendapatkan hasil yang baik (kalau nggak punya, beli atau pinjam aja).
Saat ini semua film kebanyakan dikerjakan dengan kamera digital. Maka tidak sulit untuk memeriksa apakah semua hasil shooting sudah memenuhi sarat atau belum dengan melakukan playback. Periksa semua! frame dialog, tata suara, pencahayaan atau apa saja. Apakah sudah sesuai dengan kualitas yang diinginkan ?. Sangat penting; periksa setelah shooting, bukan pada saat paska produksi.
Kameraman yang baik adalah yang bisa mengurangi zooming. Kecuali bisa dilakukan dengan sebaik mungkin. Mendapatkan gambar lebih dekat ke objek sangat baik menggunakan dolly, camera glider atau lakukan cut and shoot.
Sebuah film pendek banyak mengandalkan efek-efek seperti; memulai film dengan alarm hitungan mundur (ringing alarm clock), transisi yang berlebihan seperti dissolves/wipe, dan credit titles yang panjang. Pikirkan dengan baik, apakah hal-hal ini perlu ditampilkan atau tidak. Pilihan yang sangat bijak jika semua itu tidak terlalu berlebihan.
Suasana gelap adalah musuh utama kamera (camcorder). Pengambilan gambar diluar ruang pada malam hari sangat membutuhkan cahaya. Apabila tidak didukung pencahayaan yang cukup maka hasilnya tidak akan bagus. Meskipun dapat melakukan color correction pada saat editing, tapi sudah pasti dapat menyebabkan noise dan kualitas gambar menjadi drop. Paling baik adalah merubah skenario menjadi suasana siang hari tanpa merubah jalan cerita.


2. Jangan mulai produksi tanpa adanya budget
3. Minta persetujuan pihak-pihak yang terlibat
Sebelum shooting dilakukan, ada baiknya meminta persetujuan tertulis dari pihak-pihak yang terlibat didalam film, seperti aktor/aktris, music director, artwork, sponsor, atau siapa saja yang ingin berkontribusi. Bereskan dulu semua ini!. Karena kalau memintanya saat shooting dimulai, maka �kemangkiran-kemangkiran� dari pihak-pihak tersebut akan terasa sulit dimintakan pertanggung jawabannya.
4. Buatlah film pendek memang pendek!
5. Jika memakai aktor yang tidak professional, sebelumnya lakukanlah casting
6. Tata suara sebaik-baiknya
7. Yakin OK saat shooting, jangan mengandalkan post-production
8. Hindari pemakaian zoom saat shooting
9. Hindari pemakaian efek yang tidak perlu
10. Hindari shooting malam di luar ruang

Rabu, 15 Oktober 2014

Pengertian singkat mengenai menu dan fungsi dasar pada Camera DSLR

Menu Camera DSLR
Kamera DSLR secara umum memiliki 6 menu utama, yaitu :


1. Auto Program (Auto)
Pada mode ini kamera akan secara otomatis mengukur semua kebutuhan anda termasuk ISO, 
aperture dan speed yang dibutuhkan. Bahkan termasuk penggunaan flash. Menggunakan Mode 
Auto sangat mudah dan menghemat waktu,kecuali anda ingin setting kamera yang berbeda 
misalnya DOF tipis atau ingin setting kamera slow speed.

2. Program (P)
Menurut para Fotografer pada umumnya, Mode Program sudah mengcover 95% kebutuhan 
pengguna kamera. Mode ini seperti mode Auto juga sudah mengukur semua kebutuhan anda. 
Hanya saja flash tidak otomatis pop-up seperti di mode auto. Dan mode ini juga tidak sesuai 
untuk foto backlight seperti foto panggung.



3. Aperture Priority (A)

Mode ini juga dikenal dengan singkatan Av (Aperture Value Priority) pada sebagian kamera. Mode ini memberikan keleluasaan pada fotografer untuk mengubah nilai Aperture dengan menggeser 
dial/scroll. Mode ini banyak diandalkan fotografer karena dapat dengan cepat mengubah DOF 
sesuai keinginan fotografer. Bila ingin semua detail terlihat tajam, tinggal mengubah aperture 
menjadi F 8 atau F 11. Bila ingin bakcground subjek terlihat blur, tinggal mengubah aperture 
menjadi F 2,8 atau F 1,8.

4. Speed (S)

Mode ini juga dikenal dengan singkatan Tv (Time Value Priority) pada sebagian kamera. Mode ini 
memberikan keleluasaan pada fotografer untuk mengubah nilai Speed dengan menggeser 
dial/scroll. Contoh fungsinya misalnya ketika foto sport action outdoor di sore hari. Pasang 
mode S pada angka 1/800. Setting ini akan menjamin Speed selalu diangka 1/800 dan aperture 
akan berubah-rubah menyesuaikan dengan speed ini. Hasilnya semua foto akan "freeze". Fungsi 
lainnya adalah bila foto slow speed Air Terjun.Maka pasang Tripod, dan setting speed menjadi 
1 detik akan menghasilkan foto aliran air yang seperti mengalir. Semakin lama, misalnya 5 detik, 
maka aliran air akan menjadi semakin halus.



5. Manual (M)

Mode Manual memberikan keleluasaan pada fotografer untuk mengatur Aperture dan Speed 
sekehendak hati. Yang harus diperhatikan dalam menggunakan mode manual adalah rentang
 exposure yang terlihat di view vinder kamera. Biasanya di mulai dengan angka -2, -1, 0, +1, +2. 
Angka 0 berarti setting Aperture dan Speed menghasilkan exposure yang tepat menurut kamera. 
sedangkan angka +1 berarti setting Aperture dan Speed akan menghasilkan exposure +1. 
Mode ini banyak dipakai di studio yang kondisi pencahayaannya terkontrol, Oleh fotografer yang 
menggunakan Lensa manual (kebanyakan lensa manual hanya bisa digunakan dengan mode manual), 
oleh mereka yang baru belajar fotografi agar lebih mengerti tentang exposure, Atau oleh mereka yang
sudah sangat paham dengan exposure dan menggunakan mode manual seperti shortcut untuk 
memainkan nilai exposure. 



6. Scene 

Mode scene merupakan kombinasi dari berbagai setting pada kamera seperti setting ISO, Aperture, 
Speed, Color Balance, pengaturan RGB, mode drive (single/continous shoot), dll. Contoh scene 
mode adalah Mode Landscape, Portrait, Macro, Sunset, Night, dll.
Demikian penjelasan singkat ini, semoga bermanfaat